Bagaimana Perawatan Jahe Yang Benar
Bagaimana Perawatan
Jahe Yang Benar
Berikut ini adalah detail perawatan dalam budidaya jahe :
a) Penyulaman
Pada saat jahe telah berusia dua sampai tiga minggu lakukanlah penyulaman pada tanaman yang mati ataupun layu. Cabut tanaman tersebut dan ganti dengan tanaman jahe yang baru dan jika masih ada bagian yang masih bagus bisa di bersihkan dengan dicuci menggunkan air bersih. Tak lupa juga pada saat anda mencabut tanaman jahe yang sudah mati ada baiknya anda melakukan pemeriksaan penyebab ataupun gejala pada tanaman tersebut.
Tanaman yang mati akibat penyakit seperti penyakit layu bakteri berisiko meninggalkan bakteri di lokasi penanaman tersebut. Bakteri ini akan menginfeksi tanaman yang anda sulam selanjutnya sehingga menyebabkan kegagalan panen. Jika kematian akibat infeksi bakteri, segera sirami lubang tanah bekas tanaman dengan kapur maupun antibiotik. Hal ini untuk mencegah tanaman baru terserang penyakit.
b) Penyiangan
Berikutnya adalah dengan menyiangi daerah sekitar tanaman jahe setiap 2 sampai 4 minggu sekali. Bersihkan rumput liar yang tumbuh di sekeliling tanaman karena akan mengganggu produktivitas. Setelah itu, lanjutkan penyiangan selama 3 sampai 6 minggu sekali. Ketika jahe telah berumur 7 bulan maka henitkan penyiangannya.
c) Pembubunan
Pembubunan adalah proses penimbunan tanah yang dilakukan pada pangkal rumpun tanaman. Fungsi dari pembubunan salah satunya adalah untuk menegakkan tanaman. Hal ini penting dilakukan mengingat tanah yang ada di sekitar tanaman berpotensi terkikis ketika diriam oleh air, baik air irigasi maupun hujan sehingga penting dilakukan pembubunan setelah beberapa lama tanaman ditanam.
Agar tanaman jahe dapat tumbuh dengan maksimal, maka penting untuk mengkondisikan tanah agar dapat mengalirkan udara dan air ke dalam tanaman jahe. Selain itu, apabila sebagian akar tanaman jahe telah muncul ke permukaan, sebaiknya segera lakukan pembubunan.
d) Pemberian Pupuk
Pupuk penting agar jahe dapat tumbuh dengan optimal dengan hasil yang memuaskan. Ada dua jenis pupuk yang bisa anda pilih, yaitu pupuk kandang dan pupuk kimia. Pupuk kandang membutuhkan jumlah yang lebih banyak dibanding pupuk kimia namun tentu efek negatifnya pada tanaman dan tanah lebih sedikit. Pemberian pupuk dapat dilakukan 2 minggu sekali setelah umur jahe sudah matang maka pemberian pupuk dilakukan 1 bulan sekali saja.
e) “Nutrisi untuk Jahe”
Untuk memahami kadar nutrisi yang dibutuhkan, anda harus memahami bahwa jumlah nutrisi yang dibutuhkan jahe sebenarnya membentuk kurva eksponensial. Maksudnya disini adalah jumlah nutrisi yang dibutuhkan jahe akan meningkat perlahan hingga naik dengan pesatnya.
Jahe pada fase bibit tidak terlalu membutuhkan nutrisi yang banyak dari luar. Hal ini dikarenakan jahe telah memiliki simpanan makanan pada rimpangnya. Nah oleh sebab itu, serapan nutrisi dari dalam tanah pada fase ini kecil. Menurut bebrerapa jurnal penelitian dikatakan bahwa efisiensi pupuk Nitrogen hanya mencapai 20%. Ketika masuk fase percabangan tiga serta pembesaran rimpang, maka jahe sudah membutuhkan lebih banyak nutrisi.
Nutrisi yang dibutuhkan jahe dari yang paling tinggi hingga paling sedikit dibutuhkan adalah Kalium, Nitrogen, Magnesium, Kalsium dan Phospor. Pupuk yang lebih banyak mengandung Nitrogen dan Phospor kurang tepat diberikan dalam jumlah banyak pada jahe.
Tekstur tanah sebaiknya tanah laterik, lempung berpasir dan liat berpasir. Jahe sebaiknya ditanam di tanah yang gembur, banyak mengandung humus dan nutrisi. Tanah untuk menanam jahe juga harus dijaga kelembabannya karena apabila tanahnya terlalu becek tidak bagus juga karena mempercepat pembusukan dan apabila terlalu kering tidak baik juga untuk pertumbuhan jahenya. Jadi tanahnya yang sedang sedang saja.
Nah itulah ulasan mengenai perawatan dalam budidaya jahe secara detail. Semoga dapat membantu dan menambah wawasan dalam merawat jahenya ya.
Info pemesanan





Komentar
Posting Komentar